BAB I
Terluka....
Nanar itu terbuka
Biarlah.... Biarlah....
Dengan ini aku bisa sembuhkan
Tak perlu kututupi
tak ada yang ditutupi
Luka ini akan sembuh jua seiring waktu
Dan
Kata cinta akan berubah jadi kenangan
_________________________________________________________________________________
BAB II
Biarlah...
Biarlah rinduku jadi abu
disoroti lidah jahat
dan nyanyian hening
kemudian simfoni kan berlanjut
_________________________________________________________________________________
BAB III
Dan risau....
Harapan dan khayalan bercampur
Membaur, menyatu
Membodohi kenyataan ?
Ataukah kenyataan yang tercemari ?
Menoleh tetapi tetap berjalan
Ya.... aku rindu dan takut
Tapi tetap berjalan
_________________________________________________________________________________
BAB IV
Dan cinta
Menyebut nama dengan lirih, sayang
Membeo namanya
Berteriak "aku bahagia bila kamu bahagia !"
tapi tersenyum palsu
Terdiam, aku cinta padanya
Terluka....
Nanar itu terbuka
Biarlah.... Biarlah....
Dengan ini aku bisa sembuhkan
Tak perlu kututupi
tak ada yang ditutupi
Luka ini akan sembuh jua seiring waktu
Dan
Kata cinta akan berubah jadi kenangan
_________________________________________________________________________________
BAB II
Biarlah...
Biarlah rinduku jadi abu
disoroti lidah jahat
dan nyanyian hening
kemudian simfoni kan berlanjut
_________________________________________________________________________________
BAB III
Dan risau....
Harapan dan khayalan bercampur
Membaur, menyatu
Membodohi kenyataan ?
Ataukah kenyataan yang tercemari ?
Menoleh tetapi tetap berjalan
Ya.... aku rindu dan takut
Tapi tetap berjalan
_________________________________________________________________________________
BAB IV
Dan cinta
Menyebut nama dengan lirih, sayang
Membeo namanya
Berteriak "aku bahagia bila kamu bahagia !"
tapi tersenyum palsu
Terdiam, aku cinta padanya
Hanya Rasa
Empat tahun lalu aku mengenalnya
Duduk di depanku, pangeran tajir yang tak tersentuh
aku tak bisa membaca pikirannya
kagum, suka, sayang dan emote cinta
pertentangan orang tua, dan pikiran-pikiran buruk itu
perasaan-perasaan yang tak terkendali
dan aku pergi dengan luka dimana-mana
menghilang, menghilang, mencari-temukan cinta lain
penyesalan dan permintaan maaf diri
kemudian
bertemu lagi, rasakan lagi
kebebasan dari orang tua
tapi
masih tak bisa menyentuh, tak bisa membaca
hanya rasa, hanya rindu, dan aku masih tak begitu mengerti
mengapa wajahnya masih saja ada dimanapun aku memandang ?
Empat tahun lalu aku mengenalnya
Duduk di depanku, pangeran tajir yang tak tersentuh
aku tak bisa membaca pikirannya
kagum, suka, sayang dan emote cinta
pertentangan orang tua, dan pikiran-pikiran buruk itu
perasaan-perasaan yang tak terkendali
dan aku pergi dengan luka dimana-mana
menghilang, menghilang, mencari-temukan cinta lain
penyesalan dan permintaan maaf diri
kemudian
bertemu lagi, rasakan lagi
kebebasan dari orang tua
tapi
masih tak bisa menyentuh, tak bisa membaca
hanya rasa, hanya rindu, dan aku masih tak begitu mengerti
mengapa wajahnya masih saja ada dimanapun aku memandang ?
ragu itu
seperti keadaan abu-abu
ya dan tidak
berbarengan dengan kegelisahan
dan takut melangkah
seperti keadaan abu-abu
ya dan tidak
berbarengan dengan kegelisahan
dan takut melangkah





