A Timeline Design For Your Blog
Home
Showcase
Works
News
Agency
Shop
ini_critaku
awal, cinta ini terasa sulit
hatiku tak mampu berdusta
kini, segala menyakitkan
mencabut cinta menguncup
berucap bye... bye...
dirimu
Seperti bayangan
kau mengikutiku
enyah kau...
kau mengikutiku
bah kataku...
tersenyum hatiku
Pujanggaku
Berdiri melangkah takut- takut
Mencuri-curi kesempatan
Takut ?
aku lebih takut
Dimana keberanianmu dulu, pujangga cinta ?
Seuntai Maaf
untuk mama
Maaf mama...
lidah ini kadang menjulurkan lara
Maaf mama...
mukaku ini kadang sepahit mahoni
Mama...
lara, pahit hanyalah kegundahanku
kalbu dan hatiku sungguh sayang dirimu
mama, maafkan aku...
Masih tentang Pujangga Cinta
maafkan aku
Bagai rembulan mengintip dibalik kabut tipis malam
kau pastikan cinta dimataku
Bagai rembulan
cintamu masihkah untukku ?
Takkala kau balik badanmu membelakangiku
meratapi cintaku tak juga terjamah cintamu
memandangmu seperti memandang bulan mati, sedih...
maaf, aku masih disini
pandangimu dan cintamu
pujangga cinta
berujar tantang cinta,
pujangga cinta, untuk siapa cintamu ?
Rindu, sakit, asa
terukir indah satu pulasan
untuk siapa cintamu ?
Sejenak kau terpesona
Sedetik kau tersakiti
Selangkah kau menghilang
Belumkah kau temukan cintamu ?
aku rindu....
rindu ini seperti menusuk-nusuk
dalam dan perih
aku seperti tenggelam didalamnya
dan berharab rasa itu tak hilang....
← Newer Posts
Older Posts →
Beranda
Popular Posts
Puisi
ini rasa
Seakan ada rongga kosong disini Terbang, menjadi asap di angkasa Terbang kesana bersama jiwa Tinggalkan kehausan akan ada indah, kadang...
sapaan senja di pagi hari
beriring tuk lihat parasmu, hati dan semua rasa aku dan kebiasaanku perlahan terbentuk harus lenyap bersama embun matahari malu-malu ...
(tanpa judul)
dengarkanku morat marit tercerai-berai resahmu resahku dukamu dukaku senyummu senyumku, dulu... biar ku haturkan asaku meski sakit i...
(tanpa judul)
ku tulis namamu dalam angan ku panggil namamu dalam diam ku raba hati dalam satu tatapan aku rindu ! tapi kau tlah dimiliki....
sesal itu
sesal itu serasa minuman pahit di ujung leher menyesakkan tapi tak dapat dikeluarkan sesal itu seperti ruang kosong isi yang terambil ta...
Puisi Empat Bab
BAB I Terluka.... Nanar itu terbuka Biarlah.... Biarlah.... Dengan ini aku bisa sembuhkan Tak perlu kututupi tak ada yang ditutupi Luka ini ...
hanya mimpi
Kesan... Mengaliri sungai tandus Berbalik dan berteriak lirih Kosong ? Senyum dan caci maki Berbaur dalam pergulatan hati "Nah...
puisi hati
berputar seperti puting beliung dan awan pun gelap berharap matahari datang... namun harus tetap berjalan tuk menjelang matahari aku...
Air
Kuhitung, Beberapa senja tak mengingatmu Kujalani, Beberapa fajar tak menyebutmu Kini, Takkala air mata tak lagi terbedung Kau, namamu...
Facebook Like Box
Labels
#puisi
bunda
cinta
duka
ibu
mama
musim di hati
oneokrock
patah hati
puisi
puisi home sick
sedih
taka