aku rindu....
rindu ini seperti menusuk-nusuk
dalam dan perih

aku seperti tenggelam didalamnya
dan berharab rasa itu tak hilang....

Memandang


Memandang di balik jendela

Senyummu, puisimu
Segala ketakutamu pada cinta
Dan langkah ragumu padaku

Memandang di balik jendela

kesedihanmu, keterdiamanmu
salah tingkahmu dan menjauh

memandang di jendela terbuka

jarak terbangun,
menyesakan harapan yang terlanjur 
aku termenung, lama

kemudian tersadar

waktu berharga, sangat
biarkan ku jadi diri sendiri
dan dengan tujuanku sendiri

kemudian ku tersemyum
dan menjadi lebih baik
bercerita tentang mimpi
tentang cermin diri dan aku

aku rasa berlari

lelah, aku mengejar
ikuti sesuatu bukan diriku

dalam khayal ingin ku kembali
ingin ku peluk kau, sayang

nyilu ...

aku nyilu, teman
bulir-bulir itu tak mau lepas dariku
meski kau patahkan hati dan raga mereka

aku terluka, teman
badanku hancur dan darah mereka ayir di keningku

aku nyeri, teman
kurasa semua dentuman asapmu
dan injakan tankmu

teman, aku muak padamu

bilangku pada sepi :

pergi ! enyah kau pada lingkaran kalbu !

biar aku temani cinta dan damai

hingga pilu itu terbang bagai hawa dingin di senja hangat

Berharap pada Fajar

berharapku pada fajar di kota senja

menanti dewi matahari yang kan terbangun

ku tak ingin kabut menjelma jadi raja

dan kemudian aku terlelap pada sepinya

birukan mata dan bungkus hatiku

dengan dinginnya kesendirian

yang kemudian jadikannya luka

bermimpi pada cahaya

yang memikat hati kalbu

yang kini mulai menggelisah