ragu itu
seperti keadaan abu-abu
ya dan tidak
berbarengan dengan kegelisahan
dan takut melangkah
Senja di lambung kota
Menuruti kebisingan jaman
aku berjalan setapak-setapak
menimba kebutuhan jaman

Berkata si empunya tentang hidup
berharap menyongsong masa lebih baik

senja di lambung kota
dimana racun dan gula terlihat sama
ramai-ramai memperebutkannya

senja di lambung kota
dimana permulaan akan dimulai
dan perpisahan akan diakhiri

senja di lambung kota
....


setitik duka itu menetes...
menggenangi luasan kalbu

aku ingin disini menunggu...
mengharap sejuta sinar terpantul
dari setitik cahaya yang tak padam
ingin ku peluk
mendekap dan berkata...
      Tidak apa-apa, semua kan baik2 saja



tapi itu bohong
ingin ku rengkuh kau
tanpa tangan ini terlepas

bohong...
jika rindu dapat hilang sekejap
dan asa terbang sehempas angin
cinta luluh bak es mencair

tapi...
tangan ini jadi kaku
melihat kau bersamanya



(#terinspirasi lagu peluk-dewi lestari)
dengarkanku
morat marit tercerai-berai

resahmu resahku
dukamu dukaku
senyummu senyumku, dulu...

biar ku haturkan asaku
meski sakit itu di Ĺźini

maaf... aku ingin berjalan....