Sepenggal Kisah Gadis Patah Hati

Dan dengan terburunya gadis itu menelan makanannya. Setiap sendok kuah yang dipedasinya ditelannya bulat-bulat. Tidak menyentuh gigi, hampir mungkin. Seakan - akan ia ingin menelan perasaan kecewanya, sakit hatinya, dan penyesalannya. Sambil tersedak-sedak wajah cowok itu masih juga terlintas diotaknya. "Bah...!" batinnya.
"Perasaan ini seperti teraduk-aduk".
 Ingin ia maki-maki cowok itu. Tapi otak dan pikirannya berkata lain. Dari belia ia selalu belajar untuk tidak berkata kotor, keras atau menyakitkan. "Cih... buat apa dia membuatku jatuh cinta jika pada akhirnya dia mengejar cewek lain".

"Cintaku lebih besar dari cintanya... mestinya kau sadar itu... bukan dia... bukan dia... tapi aku...."
Judika, bukan dia tapi aku
awal, cinta ini terasa sulit

hatiku tak mampu berdusta

kini, segala menyakitkan
mencabut cinta menguncup
berucap bye... bye...


 dirimu
Seperti bayangan
kau mengikutiku
enyah kau...
kau mengikutiku

bah kataku...
tersenyum hatiku
Pujanggaku

Berdiri melangkah takut- takut
 Mencuri-curi kesempatan

Takut ?
aku lebih takut

Dimana keberanianmu dulu, pujangga cinta ?

Seuntai Maaf
                                                                                 untuk mama

Maaf mama...
lidah ini kadang menjulurkan lara

Maaf mama...
mukaku ini kadang sepahit mahoni

Mama...
lara, pahit hanyalah kegundahanku
kalbu dan hatiku sungguh sayang dirimu
mama, maafkan aku...

 
Masih tentang Pujangga Cinta
                                                                                         maafkan aku

Bagai rembulan mengintip dibalik kabut tipis malam
kau pastikan cinta dimataku

Bagai rembulan
cintamu masihkah untukku ?

Takkala kau balik badanmu membelakangiku
meratapi cintaku tak juga terjamah cintamu
memandangmu seperti memandang bulan mati, sedih...

maaf, aku masih disini
pandangimu dan cintamu
pujangga cinta

berujar tantang cinta,
pujangga cinta, untuk siapa cintamu ?

Rindu, sakit, asa
terukir indah satu pulasan
untuk siapa cintamu ?

Sejenak kau terpesona
Sedetik kau tersakiti
Selangkah kau menghilang
Belumkah kau temukan cintamu ?