dirimu
Seperti bayangan
kau mengikutiku
enyah kau...
kau mengikutiku

bah kataku...
tersenyum hatiku
Pujanggaku

Berdiri melangkah takut- takut
 Mencuri-curi kesempatan

Takut ?
aku lebih takut

Dimana keberanianmu dulu, pujangga cinta ?

Seuntai Maaf
                                                                                 untuk mama

Maaf mama...
lidah ini kadang menjulurkan lara

Maaf mama...
mukaku ini kadang sepahit mahoni

Mama...
lara, pahit hanyalah kegundahanku
kalbu dan hatiku sungguh sayang dirimu
mama, maafkan aku...

 
Masih tentang Pujangga Cinta
                                                                                         maafkan aku

Bagai rembulan mengintip dibalik kabut tipis malam
kau pastikan cinta dimataku

Bagai rembulan
cintamu masihkah untukku ?

Takkala kau balik badanmu membelakangiku
meratapi cintaku tak juga terjamah cintamu
memandangmu seperti memandang bulan mati, sedih...

maaf, aku masih disini
pandangimu dan cintamu
pujangga cinta

berujar tantang cinta,
pujangga cinta, untuk siapa cintamu ?

Rindu, sakit, asa
terukir indah satu pulasan
untuk siapa cintamu ?

Sejenak kau terpesona
Sedetik kau tersakiti
Selangkah kau menghilang
Belumkah kau temukan cintamu ?
aku rindu....
rindu ini seperti menusuk-nusuk
dalam dan perih

aku seperti tenggelam didalamnya
dan berharab rasa itu tak hilang....

Memandang


Memandang di balik jendela

Senyummu, puisimu
Segala ketakutamu pada cinta
Dan langkah ragumu padaku

Memandang di balik jendela

kesedihanmu, keterdiamanmu
salah tingkahmu dan menjauh

memandang di jendela terbuka

jarak terbangun,
menyesakan harapan yang terlanjur